Ganti Model Sanksi

Ganti Model Sanksi

karsakita.com

Ganti Model Sanksi – Penting bagi orang tua meluruskan kesalahan yang dilakukan oleh anak. Meluruskan artinya memberikan penjelasan dengan bahasa yang jelas bahwa apa yang dilakukan anak adalah perbuatan yang salah, sembari mengarahkan bagaimana seharusnya. Anak yang mendapatkan penjelasan tentang kesalahan yang diperbuatnya, niscaya tidak akan lagi kesalahan serupa di waktu yarng akan datang. Sedangkan anak yang dibiarkan begitu saja ketika melakukan kesalahan, maka ia akan cenderung mengulang-ulang kesalahan yang sama.

Tidak menutup kemungkinan pula anak akan melakukan kesalahan yang lain karena merasa bebas melakukan tanpa ada teguran dan sanksi.

Cara meluruskan kesalahan adalah dengan menegur. Karim Ash-Shadzili menuturkan, “Menegur, harus kita arahkan kepada perbuatannya, bukarn pelakunya. Kemudian jelaskan apa kesalahannya, dengan tetap memnperhatikan perasaan si pelaku.

Ingat, jauhilah perasaan marah. Dengan begini optimistis dan semangat untuk merubah diri akan tetap lestari dalam diri pelaku. la melanjutkan, “Ketika keadaan memaksa kita untuk mengucapkan perkataan yang kasar, cukup Anda katakan, Ini tidak baik’. Jangan Anda katakan, ‘Kamu tidak baik’.

Jika dia berbohong, jelaskan bahwa bohong ituharam, dan pelakunya akan dibenci orang. Jangan malah Anda menghardiknya dengan, Pembohong!”” Meluruskan kesalahan, bukan menyalahkan pelakunya. Itulah kunci penting dalam memperbaiki kesalahan anak.

Tegurlah karena perbuatan anak, bukan karena anaknya. SeIanjutnya bantulah anak Anda memperbaiki diri dan belajar dari kesalahan.

Jangan melibatkan emosi dan amarah yang berlebih. Sebaliknya, hendaknya memberikan sanksi yang dapat membuat anak berpikir, sehingga ia bersedia berubah dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa. 

pembelajaran dalam memberikan sanksi tidak hanya dipelajari oleh orang tua terhadap anak kandungnnya, melainkan semua elemen juga harus mengerti metode pendidikan dalam memberikan sanksi terlebih guru disekolah yang setiap harinya mengurus anak orang lain, tak terlepas aturan dan sanksi akan diterapkan, maka sang guru juga memiliki kwajiban mempelajari tipikal anak sehingga bukan hanya tranfer ilmu tetapi juga mental juga harus disiapkan kepada generasi muda-mudi Indonesia.

Pesan untuk para ustad yang mengajar di pesantren-pesantren agar lebih mengontrol emosi dalam menerapkan aturan kepada para santri. marah bukanlah solusi bahkan mengarahkan kita kepada kesalahan walaupun kita benar.

Post Comment